Translate

Minggu, 15 Oktober 2017

Beasiswa S1 Dalam Negeri


Bagi kalian yang ingin nglanjutin kuliah setelah SLTA tapi ga ada biaya, yuks liat infonya di video di bawah ini.. 
☺☺☺☺☺☺

☺☺

Coba Masukan Gambar

Kata nisa kita bisa masukin gambar juga ke tulisan kita di blog kita. Kita coba yuks...!!

Foto Saat Niha


Kamis, 05 Januari 2017

Kekasihku

Kamu,
Selalu penuhilah aku,
Raga, jiwa, dan hatiku
Kamu,
Bersamai aku hingga akhir hayat,
Bahkan kelak hingga akhirat.
Jangan biarkan aku tersesat,
Tanpamu,
Di hatiku
#AQ

Kamis, 20 Oktober 2016

Memaknai Arti "BAROKAH"

Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.
BAROKAH bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.
BAROKAH itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada الله.
Hidup yang BAROKAH bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.
BAROKAH itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
Tanah yang BAROKAH itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...tiada banding....tiada tara.
Makanan yg BAROKAH itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.
Ilmu yang BAROKAH itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.
Penghasilan BAROKAH juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
Anak² yang BAROKAH bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang BAROKAH ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.
Semoga segala aktifitas kita hari ini BAROKAH
.
بَارَكَ اللهُ فِيْك
"Barang siapa yg mengajarkan satu ilmu dan orang tersebut mengamalkannya maka pahala bagi orang yang memberikan ilmu tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan ilmu tersebut." (HR. Bukhari & muslim)


Sumber : Grup WA Nusantara Cinta Rasul

Jumat, 12 Agustus 2016

Aku Memilihmu, Islam Indonesia (Part II)

Bagi yang berkenan membaca tulisan ini, luruskan persepsi dulu ya. Tulisan ini dibuat bukan untuk menjelek-jelekkan antar golongan, tetapi aku hanya ingin berbagi pengalaman saja. Aliran yang aku bahas pun hanya aliran-aliran yang pernah aku terjun di dalamnya.

SI (Syarikat Islam), saat aku anak-anak

Pada dasarnya orang tuaku tidak pernah mengatakan bahwa beliau berdua merupakan anggota dari SI. Akan  tetapi orang tuaku adalah orang desa yang manut pada Kyai, dan kebetulan Kyai di tempatku waktu itu adalah anggota SI (sekarang Kyai tersebut sudah meninggal, dan digantikan dengan Kyai anggota ormas NU). Jika sekarang ditanya tentang ormas apa yang diikuti orang tuaku pun, mungkin beliau berdua hanya akan menjawab sing penting manut Kyai.

Meski di kampungku masyarakatnya mayoritas menganut SI, tapi hampir semuanya ketika memondokkan putra-putrinya adalah di pondok-pondok berbasis NU. Dikarenakan memang saat itu (mungkin sampai saat ini) sepengetahuanku tidak diketahui pondok-pondok yang berbasis SI. Sebagian besar anak di kampungku mondok di daerah Jawa Timur (Kediri, Jampes, Trenggalek), dan Jepara. Begitupun kedua orang tuaku yang waktu itu memondokkan putri sulungnya di pondok berbasis NU di daerah Trenggalek, Jawa Timur (Ponpes Hidayatut Thulab), ini pertama kalinya aku mulai mengenal adanya macam-macam ormas Islam di Indonesia.

Di kampungku (baca : SI), untuk bacaan-bacaan sholat sama dengan bacaan-bacaan NU (aku tahu ini setelah aku mondok). Untuk rukun, sunnah dan lain sebagainya pun sama. Hal ini dikarenakan kitab yang dijadikan acuan pun sama. Imam madzab yang diikuti pun sama, sama-sama Imam Syafi'i. Selain itu budaya tahlil, maulidan, ngapati dan mitoni bagi ibu hamil, mitung dino, 40 dino, 100, nahun, dan mendak (kalau orang pondokan mengenalnya dengan istilah Haul) bagi orang yang meninggal pun adalah ibadah dan budaya yang dikerjakan di desa kami. Termasuk acara syukuran jika memiliki rumah baru, kendaran baru atau dapat rezeki yang banyak.

Sekolah-sekolah swasta di lingkunganku pun banyak yang bercorak SI. Sekolah yang bercorak SI biasa memiliki nama akhiran Cokroaminoto. Di setiap kecamatan di Kabupatenku hampir seluruhnya ada sekolah yang berlabel Cokroaminoto, bahkan tak sedikit sekolah-sekolah yang berlabel Cokroaminoto menjadi sekolah favorit pada waktu itu.  Tetapi berbeda dengan sekolah NU yang mengajarkan mata pelajaran keaswajaan atau sekolah Muhammadiyah yang mengajarkan kemuhammadiyahan, sekolah SI hanya mengajarkan mata pelajaran agama seperti layaknya madrasah negeri. Hal inilah yang mungkin menyebabkan ormas ini kehabisan kader dikarenakan anggotanya tidak dikenalkan dengan SI itu sendiri. Begitu pun aku yang dulu sekolah di MI Cokroaminoto I Badamita, sama sekali tidak pernah dikenalkan tentang SI. Masih teringat mata pelajaran yang dipelajari pun hanya mata pelajaran umum ditambah mata pelajaran agama yang sama dengan mata pelajaran agama di madrasah yang berstatus negeri seperti aqidah akhlak, bahasa arab, fiqih, dan SKI.

Baru kemudian setelah dewasa aku baru tahu, bahwa dulu aku adalah anggota dari ormas SI. dan aku tahu pula bahwa ajaran ibadah maupun muamalah ormas SI sama dengan ajaran dan muamalah ormas NU. Meski saat kuliah ada teman dari PMII yang mengatakan bahwa SI saat ini pun sudah terpecah menjadi SI putih dan SI hitam. Dan melihat aktivitas ibadah dan muamalah yang ada di kampungku temanku mengatakan bahwa SI di tempatku adalah SI putih (sampai sekarang aku belum tahu perbedaan antara keduanya).

Aku mengikuti ibadah dan muamalah sesuai ajaran SI ini hingga aku duduk di bangku madrasah tsanawiyah.

Sebagian orang memang tidak mengenal SI, karena saat ini ormas ini hampir mati. Meski di beberapa daerah ormas ini masih berjalan sebagaimana mestinya. Tentang SI hanya ini saja yang bisa aku tulis. Jika ada pertanyaan lebih detail, silahkan tulis di bagian komentar.

Kamis, 07 April 2016

Fokus Skripsi

29 Jumadil Akhir 1438 H

Mumpung lagi udzur semangat ngerjain isntrumen judulnya...
Aku selalu takut dengan diri sendiri
Semangat pokmen, nanti apapun hasilnya biar Allah yang mengabulkan..
Instrumen!!

Senin, 29 Februari 2016

Be Your Self

Akhir-akhir ini aku merasa menjadi orang lain. Aku merindukan diriku yang lama, yang semangat dan antang menyerah. Aku yang dulu selalu berani bermimpi meski kemungkinannya sangat kecil. Tapi entah mengapa, saat ini rasanya aku takut bermimpi.

Lalu kutanyakan pada diriku sendiri, mengapa aku seperti ini? Lalu sedikit kudapat mengerti, bahwa aku terlalu memikirkan perkataan orang, terlalu memikirkan pandangan orang lain tentang saya. Itulah yang membuatku menjadi lemah. Membuatku selalu berusaha agar disukai mereka. 

Hari ini, aku ingin kembali lagi menyusun ulang mimpiku.
Semoga 2 tahun kedepan dapat kusimpan kalam-kalam Illahi secara kamilah.